PALEMBANG|Palnews.id-Belum diketahui persis apa penyebab pastinya hanya saja video yang terlanjur viral itu sempat tersebar dibeberapa akun medsos terutama Instagram, dua gadis bercelurit yang viral berduel bersama sejumlah pria yang menyaksikan terekam video di sebuah TPU Palembang, sudah ditangkap. Bukan hanya keduanya, sejumlah remaja yang terlibat juga telah ditangkap tim gabungan Jatanras Polda Sumsel dan Satreskrim Polrestabes Palembang.
Sebelumnya kedua gadis tersebut sempat membuat laporan ke SPKT Polrestabes Palembang ditemani orang tuanya pada Selasa (16/1/2024) Intan Helyani yang melaporkan Putri ditemani sang Ayah Nasbirin (50) begitu pun dengan Cecep Ican Saputra (35) yang melaporkan lawan duel anaknya yaitu Intan. Keduanya membuat laporan dan telah di terima oleh pihak petugas SPKT Polrestabes Palembang.
Kini Kedua pelaku telah ditangkap oleh Tim Opsnal Satreskrim Polrestabes Palembang dan akan menjalani proses hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pihak kepolisian akan terus bekerja untuk menjaga keamanan kota Palembang dan melibatkan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua.
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Haris Dinzah ketika dikonfirmasi terkait penangkapan tersebut tak menampiknya.
Dia mengatakan terhadap para pelaku hingga kini masih dilakukan pengembangan. “(Pelaku) masih dalam pendalaman,” kata AKBP Haris tersebut.
Sementara, sejumlah remaja pria yang menjadi wasit perkelahian dan juga penonton di sana juga sudah diamankan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel. Dikonfirmasi terkait hal itu, Kasubdit Jatanras Polda Sumsel AKBP Yunar Hitma Parulian Sirait pun tak membantahnya.
Kini keduannya telah membuat video permintaan maaf yang di unggah oleh akun @polisi_palembang pada Rabu, (17/1/2024) dan baru mendapatkan like sekitar 385 dan sekitar 40 komentar dari netizen. “Kami berdua meminta maaf karena video yang telah viral atas kegaduhan yang kami perbuat berkelahi di kuburan china, menggunakan celurit dan kami menyesali perbuatan ini. ” Ungkap kedua gadis tersebut di kantor polisi. (Ardillah)













