Palembang, PalNews – Warga di kawasan Jalan Gubernur H.A. Bastari, Lorong Budi Mulia II, RT 026 RW 06, Jakabaring, Palembang, dibuat resah oleh kejadian hilangnya uang secara misterius yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.
Sebagai bentuk keresahan sekaligus sindiran, warga setempat kompak memasang baliho berukuran 2×1 meter berisi imbauan unik. Dalam baliho tersebut tertulis: “Himbauan!!! Barang siapa yang merasa memelihara makhluk ini, jangan dilepas di kampung ini”, lengkap dengan gambar makhluk halus yang dikenal masyarakat sebagai tuyul.
Aksi tersebut sontak menghebohkan warga dan menjadi perbincangan di lingkungan sekitar. Pasalnya, kejadian kehilangan uang tidak hanya dialami satu atau dua orang, melainkan hampir seluruh warga di kawasan tersebut.
Salah satu warga, Mamad, mengaku telah lama mengalami kejadian serupa. Ia mengatakan, kehilangan uang secara misterius sudah dirasakan warga selama lebih dari tiga tahun.
“Ini bukan hal baru, sudah hampir tiga tahun lebih warga di sini sering kehilangan uang tanpa jejak,” ungkap Mamad.
Ia menjelaskan, kejadian tersebut kerap terjadi di dalam rumah. Bahkan, uang yang sebelumnya dihitung pada malam hari kerap berkurang saat pagi hari.
“Kalau malam sebelum tidur uang masih utuh, tapi paginya saat mau dipakai untuk belanja, jumlahnya sudah berkurang,” jelasnya.
Menurutnya, nominal uang yang hilang bervariasi, mulai dari Rp50 ribu hingga jutaan rupiah. Namun, warga lebih mengingat kehilangan dalam jumlah besar.
“Kalau yang kecil sudah tidak terhitung lagi. Tapi yang besar pernah sampai Rp1 juta hingga Rp2 juta. Dan ini bukan cuma saya, hampir semua warga pernah merasakan,” katanya dengan nada kesal.
Mamad juga menceritakan pengalaman tetangganya, Ibu Kartini, yang menabung uang di kotak kayu untuk keperluan pembangunan rumah. Namun saat dibuka, uang yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp2 juta, hanya tersisa sekitar Rp150 ribu.
“Makanya kami pasang baliho ini, supaya yang merasa memelihara ‘tuyul’ sadar dan tidak melepasnya di kampung kami,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, Nelly. Ia mengaku kerap kehilangan uang meski jumlahnya tidak besar.
“Uang saya memang tidak banyak, tapi sering hilang. Terakhir waktu bulan puasa, sekitar Rp250 ribu,” ujarnya.
Ia juga mengaku heran karena kejadian tersebut tidak hanya dialaminya. Bahkan, anaknya yang datang berkunjung pun pernah kehilangan uang di dalam tas yang disimpan di dalam rumah.
“Kalau hilang di jalan mungkin wajar, tapi ini di dalam rumah tanpa jejak atau kerusakan. Itu yang bikin kami bingung,” katanya.
Warga berharap kejadian ini segera berhenti dan tidak lagi menimpa masyarakat setempat. Mereka juga berharap siapa pun yang dianggap sebagai penyebab keresahan tersebut dapat menghentikan perbuatannya.
“Kami cuma ingin hidup tenang. Cari uang itu susah, jadi tolong jangan ada lagi kejadian seperti ini,” tutupnya. (Ardilah)













