PALEMBANG, PALNEWS- Seorang remaja asal Jalan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, Syaki Akbar (18), melaporkan kasus kehilangan satu unit ponsel iPhone 15 Plus ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, Rabu (13/5/2026).
Korban datang didampingi ayah serta anggota keluarganya untuk membuat laporan resmi atas dugaan pencurian yang dialaminya saat sedang tertidur.
Berdasarkan keterangan korban kepada petugas, peristiwa itu bermula ketika ibu korban menerima panggilan telepon dari nomor milik korban. Dalam percakapan tersebut, seseorang mengaku bahwa korban mengalami kecelakaan dan meminta sejumlah uang.
Merasa ada yang janggal, Syaki Akbar kemudian memastikan bahwa dirinya tidak pernah melakukan panggilan tersebut. Korban lalu memeriksa ponsel miliknya yang sebelumnya diletakkan di bawah bantal saat tidur. Namun, saat dicek, ponsel tersebut sudah raib.
Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian berupa satu unit iPhone 15 Plus
Keluarga korban yang turut mendampingi pelaporan, Iqbal Tawaqal, mengatakan kejadian tersebut terjadi pada Kamis dini hari (7/5/2026) sekitar pukul 04.30 WIB di kawasan Jalan Syakyakirti, Karang Anyar, Kecamatan Gandus, Palembang.
“Korban ini tinggal dan tidur di depot pasir. Saat itu handphone diletakkan di bawah bantal. Ketika bangun tidur, HP tersebut sudah tidak ada lagi,” ujarnya kepada wartawan.
Menurut Iqbal, pihak keluarga awalnya masih berharap pelaku memiliki itikad baik untuk mengembalikan ponsel tersebut. Karena itu, mereka sempat menunggu selama hampir sepekan sebelum akhirnya memutuskan membawa kasus ini ke jalur hukum.
“Kami masih mencoba menunggu, siapa tahu ada itikad baik dari pelaku untuk mengembalikan HP itu. Tapi sampai sekarang tidak ada, sehingga kami memilih melapor ke polisi,” katanya.
Tak hanya kehilangan ponsel, keluarga korban juga mengaku resah lantaran pelaku diduga sempat menggunakan ponsel tersebut untuk menghubungi ibu korban dengan modus mengabarkan korban mengalami kecelakaan dan meminta uang.
“Modus seperti ini sangat meresahkan karena bisa saja menipu keluarga korban maupun orang lain. Kami berharap pelaku segera ditangkap dan kasus ini cepat terungkap,” tutupnya. (Ardilah)













