Hari Bhayangkara ke-80, Polrestabes Palembang Gelar Doa Bersama dan Berbagi Kebahagiaan dengan 150 Tahanan

PALEMBANG, PalNews — Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Polrestabes Palembang berlangsung dengan nuansa berbeda. Tidak hanya menggelar seremoni, jajaran kepolisian juga mengajak para tahanan untuk mengikuti doa bersama sekaligus berbagi kebahagiaan sebagai wujud pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti) Polrestabes Palembang, Rabu (1/7/2026), dipimpin langsung Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, S.I.K., M.H., didampingi para pejabat utama. Sebanyak 150 tahanan mengikuti kegiatan yang berlangsung dalam suasana tertib, aman, dan penuh kekeluargaan.

Doa bersama menjadi pembuka rangkaian kegiatan sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan pengabdian Polri yang telah memasuki usia 80 tahun.

Setelah itu, dilakukan pemotongan kue Hari Bhayangkara yang kemudian dibagikan kepada seluruh tahanan sebagai simbol kepedulian, kebersamaan, dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Momentum tersebut menjadi bagian dari komitmen Polrestabes Palembang untuk menghadirkan wajah kepolisian yang tidak hanya tegas dalam penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan sisi humanis dalam pembinaan terhadap para tahanan.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan mengatakan, setiap orang yang sedang menjalani proses hukum tetap memiliki hak untuk diperlakukan secara manusiawi.

Karena itu, Hari Bhayangkara dijadikan momentum untuk menghadirkan semangat kepedulian sekaligus memberikan motivasi kepada para tahanan agar mampu memperbaiki diri.

“Perayaan Hari Bhayangkara ke-80 ini kami jadikan sebagai momentum berbagi kebahagiaan dan kepedulian kepada seluruh tahanan.

Meskipun mereka sedang menjalani proses hukum, mereka tetap memiliki hak untuk diperlakukan secara manusiawi. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan motivasi agar mereka menjadi pribadi yang lebih baik setelah menyelesaikan proses hukumnya,” ujar Sonny.

Ia menambahkan, pembinaan terhadap para tahanan merupakan bagian dari tanggung jawab kepolisian dalam menciptakan lingkungan rumah tahanan yang kondusif sekaligus membangun kesadaran hukum sebagai bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut juga menjadi implementasi Program Presisi Polri yang menitikberatkan keseimbangan antara penegakan hukum dan pendekatan yang humanis.

Melalui pembinaan psikologis maupun sosial, para tahanan diharapkan memiliki semangat untuk berubah, meningkatkan kesadaran hukum, serta berkontribusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban setelah menjalani masa hukuman.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pendekatan humanis merupakan bagian penting dari transformasi Polri Presisi.

“Kami terus mengedepankan implementasi Polri Presisi melalui pelayanan yang profesional, berkeadilan, dan humanis. Pembinaan terhadap para tahanan merupakan bagian dari tanggung jawab Polri dalam menghadirkan rasa keadilan, menjaga stabilitas keamanan, sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian,” katanya.

Melalui berbagai program sosial dan pembinaan, Polda Sumatera Selatan terus berupaya memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Semangat Hari Bhayangkara ke-80 pun diharapkan tidak hanya menjadi peringatan seremonial, tetapi juga mempertegas komitmen Polri dalam menghadirkan pelayanan yang profesional, berkeadilan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan demi terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif. (Ardilah)