Palembang|Palnews.id – Secara resmi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang memperkenalkan jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dalam penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026-2027.
Bahkan dalam kegiatan launching yang dilakukan langsung oleh Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Muhammad Adil, M.A juga membahas mengenai jalur RPL tersebut di Kampus B Jakabaring, 7 Januari 2025.
Rektor UIN Raden Fatah Palembang menjelaskan, mekanisme dalam Jalur RPL ini sangat mengakui pengalaman Pendidikan formal, informal, non formal.
Termasuk juga pengalaman kerja yang masuk dalam bagian dari proses akademik dalam perkuliahan formal.
Hal ini dapat di konversi menjadi kredit akademik, membuat para calon mahasiswa ini bisa menyelesaikan studinya lebih cepat dan efisien.
“Program kita ini sebagai bentuk nyata dalam upaya kita untuk perluasan akses Pendidikan tinggi, bahkan menghargai kompetensi yang dimiliki masyarakat,” ujarnya.
UIN Raden Fatah Palembang memberikan ruang bagi calon mahasiswa yang memiliki pengalaman dalam pembelajaran maupun sudah professional di luar jalur formal.
Sehingga dapat melanjutkan Pendidikan tinggi tanpa adanya melakukan studi dari awal.
“Dengan program yang dihadirkan ini mencerminkan komitmen kita untuk mengimplementasikan prinsip Pendidikan sepanjang hayat,” katanya.
Bahkan juga dapat memperkuat relevansi Pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan di dalam dunia kerja.
“Kita bisa melihat di portal resmi kita portal PMB UIN Raden Fatah Palembang ada berbagai fakultas dan juga program studi sarjana (S1) yang dibuka untuk jalur RPL ini,” ungkapnya.
Ia berharap dengan jalur RPL ini dapat menjangkau calon mahasiswa dari berbagai macam latar belakang Pendidikan dan juga pengalaman kerja.
Tidak hanya itu dapat menjawab tantangan kebutuhan akademik masa sekarang yang lebih inklusif.
Lanjut dia menjelaskan, bahwa dalam jalur RPL ini paling lama berkuliah 2 tahun bahkan juga bisa kurang.
Untuk pengalaman yang sebelumnya diakui dan juga mendapatkan penyertaan sebagai tradisi akademik.
Sedangkan untuk kasnya pun masuk dalam kuliah regular bahkan untuk ijazahnya pun sama tidak ada perbedaan dengan yang lainnya.
“Untuk kuotanya sendiri, kita akan memperhatikan ketersediaan fasilitas, ruang hingga dosennya,” tandasnya.













