PALEMBANG|Palnews.id-Edi Rianto Dewan pakar dari partai nasdem, dan anggota Caleg partai nasdem mendatangi kantor Badan pengawasan pemilihan umum (Bawaslu) Provinsi Sumatra Selatan (sumsel) pada kamis 29 Februari 2024 siang.
Kedatangan Dewan pakar partai nasdem ini, ingin melaporkan Panwas PPK kecamatan sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim, yang diduga ada unsur kesengajaan dari awal pemungutan suara seperti ada yang ditutup-tutupi, ini diungkapkan langsung oleh Edi Rianto pada awak media setelah membuat laporannya ke Bawaslu, ia mengatakan.
“dari awal pemungutan suara seperti ada yang ditutup-tutupi, contohnya saja seperti C1 tidak ditampilkan, lalu ketika penandatangan hasil dari rapat penlu mereka tidak memberikan semuanya dan hanya penandatangan satu saksi dari Nasdem dan masih banyak kejanggalan lainnya. ” Ungkapnya
Ia juga menceritakan seusai dirinya membuat laporan ke sentra penegakan Hukum Terpada (GAKKUMDU) Provinsi Sumatra Selatan, ia menceritakan ketika penanda tanganan rapat hasil peleno petugas dari PPK sungai rotan, tidak memberikan semuanya termasuk rekap C1 kepada saksi, dengan alasan kertas habis.”katanya.
Masih lanjut dikatakan Edi Rianto, tidak hanya rekap C1 yang dipertanyakan oleh Dewan pakar partai nasdem dirinya juga membawa bukti hasil dari laporan yang diberikan oleh saksi partai nasdem ketika berada di lapangan hasil suara yang ada di kecamatan sungai rotan melebihi dua persen dengan total jumlah suara sebanyak 20.449 dari jumlah mata pilih di TPS” jelasnya.
“Jadi Kita melapor ke Bawaslu ini agar kiranya penemuan kami di lapangan dapat ditindak lanjuti oleh Bawaslu Provinsi Sumsel.”tutupnya
Kini laporannya telah diterima baik oleh pihak Banwaslu Sumatera Selatan dan ia berharap laporannya segera ditindak lanjuti. (Ardillah)













