PALEMBANG|Palnews.com-Emiten jasa pertambangan dan penyewaan alat berat, PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ), memaparkan kinerja keuangan tahun buku 2025 dan capaian kuartal I-2026 dalam gelaran Public Expose Tahunan yang dilaksanakan secara virtual, Kamis (7/5/2026).
Berdasarkan paparan tersebut, perseroan mencatatkan penurunan performa keuangan akibat dinamika pada segmen jasa pertambangan. Sepanjang tahun 2025, pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp 572,7 miliar, terkoreksi dibandingkan perolehan tahun 2024 yang mencapai Rp 670,1 miliar.
Sejalan dengan penurunan pendapatan, laba bersih perseroan pada 2025 juga terkontraksi menjadi Rp 37,2 miliar, dari sebelumnya Rp 67,1 miliar pada tahun sebelumnya.
*Faktor Penyebab Penurunan*
Manajemen menjelaskan bahwa penurunan kinerja tersebut dipicu oleh dua faktor utama, yakni:
1. Penurunan volume pekerjaan pada segmen jasa pertambangan.
2. Penyesuaian tarif dari beberapa pelanggan utama yang berdampak langsung pada margin usaha.
Tren tekanan ini terpantau masih berlanjut hingga awal tahun 2026. Pada kuartal I-2026, PT Ulima Nitra Tbk membukukan pendapatan sebesar Rp 57,2 miliar dengan rugi bersih mencapai Rp 24,9 miliar.
Kondisi ini dipengaruhi oleh belum optimalnya realisasi volume pekerjaan serta ketidakpastian terkait Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dari pelanggan.
*Optimisme Lewat Kontrak Baru*
Meski mengawali tahun dengan tantangan, emiten berkode saham UNIQ ini tetap menunjukkan taji dalam perolehan kontrak baru.
Hingga kuartal I-2026, perseroan berhasil mengantongi sejumlah proyek strategis, di antaranya:
1. PT Hutama Karya Infrastruktur**: Pekerjaan cut & fill jalan tol senilai Rp 6,4 miliar.
2. Medco E&P Grissik**: Kontrak senilai Rp 40 miliar.
Direktur Utama PT Ulima Nitra Tbk, Burhan Tjokro, mengakui bahwa kinerja awal tahun ini masih berada dalam tekanan. Namun, pihaknya telah menyiapkan langkah mitigasi yang terukur.
“Kami telah menyiapkan langkah-langkah strategis yang terukur dan fokus pada peningkatan produktivitas serta efisiensi operasional. Dengan mulai diperolehnya kontrak-kontrak baru, kami meyakini kinerja Perseroan akan berangsur membaik,” ujar Burhan dalam keterangannya, Kamis.
*Langkah Strategis ke Depan*
Untuk memperbaiki performa di sisa tahun 2026, manajemen UNIQ telah menyusun tiga pilar strategi utama, yaitu:
1. Peningkatan volume pekerjaan** dari kontrak yang sudah ada.
2. Optimalisasi efisiensi operasional** guna menjaga margin.
3. Penguatan perolehan kontrak baru** untuk memperluas portofolio bisnis.
“Perseroan tetap berkomitmen untuk menjaga fundamental usaha yang sehat serta terus memperkuat hubungan dengan pelanggan guna memastikan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang,” pungkas Burhan.(jun)













