Tahun Ini, Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Targetkan Unggulan dan Pendidikan Utama Fakultas Kedokteran FMUMP

Palembang|Palnews.id – Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang (RSMP) menargetkan sebagai rumah sakit pendidikan unggulan dan juga rumah sakit pendidikan utama Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang (FKUMP).

Hal ini dikatakan oleh Direktur RSMP, dr. Yudi Fadila, Sp.PD-KKV, FINASIM, MARS usai kegiatan diskusi panel dengan tema “Kesiapan Rumah Sakit dalam Menghadapi Standar RS Berbasis Kompetensi”, Selasa 20 Januari 2026.

“Kita memiliki rencana jangka panjang, dimana menjadikan RSMP ini menjadi rumah sakit pendidikan unggulan dan juga rumah sakit pendidikan utama FKUMP,” ujarnya.

Dimana dengan target tersebut, RSMP terus memfokuskan diri dalam penguatan layanan berbasis teknologi dengan meningkatkan mutu pelayanan yang berorientasi pada keselamatan pasien.

“Kami ingin memberikan pelayanan yang berkualitas kepada seluruh lapisan masyarakat, bahkan kita telah memiliki ruang Kelas Rawat Inap Standar (KRIS),” katanya.

Hal ini guna mendukung kebijakan nasional tentang standarisasi kelas layanan untuk rumah sakit. “Untuk itu kita menyiapkan rencana jangka panjang dan pendek,” akunya.

Dimana rencana jangka pendek sendiri melakukan penambahan ruang KRIS rumah sakit, kemudian penambahan ruang rawat inap menjadi 210 tempat tidur.

Ada juga penambahan ruang ICU atau ICCU, PICU atau NICU dan lainnya hingga kelengkapi kebutuhan sarana dan prasarana sesuai kompetensi rumah sakit.

“Untuk jangka panjang sendiri, selain menjadikan RSMP sebagai RS pendidikan utama FKUMP, kita juga menargetkan penyelesaian gedung 7 lantai terutama blok B dan C,” tambahnya.

Dimana RSMP memiliki motto melayani sebagai ibadah dan dakwah dengan misi memberikan pelayanan, pendidikan dan penelitian kesehatan secara profesional, modern dan Islam.

Bahkan juga meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien, kemudian mewujudkan citra sebagai wahana ibadah dan pengemban dakwah amar ma’ruf nabi Munkar dalam bidang kesehatan.

“Dan juga kita ingin menjadi pusat persemaian kader Muhammadiyah dalam bidang pelayanan, pendidikan dan penelitian kesehatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Sumsel, dr. Trisnawarman, M.kes., Sp. KKLP., Supsp. FOMC mengatakan, bahwa RSMP memiliki rata-rata kompetensi Madya dengan mencapai 90 persen.

“Kita harapkan kedepannya RSMP ini memiliki kompetensi utama, karena sekarang ini berdasarkan pelayanan bukan hanya rumah sakit,” akunya.

Untuk RSMP sendiri dipastikan siap dan bisa ditingkatkan oleh jajaran dari RSMP, sedangkan rumah sakit dengan kompetensi utama itu Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) dan RS Siti Fatimah.

Bahkan ada juga beberapa rumah sakit lainnya di Palembang seperti RS Charitas Palembang memiliki kompetensi utama, hal ini berdasarkan pelayanannya.

“Kita harapkan rumah sakit lainnya agar memiliki kompetensi dan melakukan update data, dan lainnya. Hal ini masih banyaknya rumah sakit sedikit yang melakukan update data sehingga terlihat sedikit rumah sakit yang memiliki kompetensi,” ungkapnya.

Sedangkan, Ketua Komisi V DPRD Provinsi Sumsel Alwis Gani, SE., MM menerangkan, bahwa untuk persiapan ruang KRIS untuk RSMP sangat siap.

“Kita sudah mendatangi RSMP dan RS Hermina di Banyuasin, kita melihat untuk ruang KRIS hanya RSMP yang sangat siap tentang hal itu,” bebernya.

Untuk himbauannya untuk rumah sakit swasta menyiapkan 40 persen ketersediaan tempat tidur sehingga bisa melayani masyarakat untuk ruang KRIS yang merupakan program pemerintah.

Sedangkan untuk rumah sakit milik Pemerintah mencapai angka 60 persen dari ketersediaan tempat tidur untuk penyediaan ruang KRIS ini.

“Kita harapkan hal ini dapat terlaksana dengan lancar dengan dukungan rumah sakit baik swasta maupun milik pemerintah dalam penyediaan ruang KRIS,” tandasnya.