PALEMBANG, PalNews— Warga Jalan Paras Jaya 2, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Kota Palembang, digegerkan oleh penemuan kerangka yang sempat diduga sebagai mayat bayi, Selasa (7/4/2026).
Penemuan tersebut terjadi di halaman depan rumah milik seorang warga bernama Wulan, tepatnya di RT 11 RW 03, Kerangka tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang pekerja bangunan bernama Gani, yang saat itu tengah melakukan penggalian untuk pembuatan cor tiang pagar.
Gani mengaku baru dua hari bekerja di lokasi tersebut sebelum menemukan benda mencurigakan tersebut. “Saya tadi sedang menggali lubang untuk cor tiang pagar. Saat menggali, saya menemukan kain. Ketika diangkat, ternyata di dalamnya ada tulang dan tengkorak yang sudah terpisah-pisah,” ungkap Gani saat ditemui di lokasi kejadian.
Awalnya, Gani mengira benda tersebut hanyalah mainan atau replika tengkorak. Namun, setelah diamati lebih dekat, ia menemukan bahwa jumlah tulang yang ada cukup banyak dan berukuran kecil-kecil, sehingga menimbulkan dugaan bahwa itu merupakan kerangka bayi.
“Saya pikir itu tengkorak mainan. Tapi setelah dilihat lagi, ternyata bukan hanya satu, ada banyak tulang kecil. Kami jadi panik dan langsung melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib,” tambahnya.
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh petugas kepolisian dari Polrestabes Palembang, serta intansi terkait .
Tim yang dipimpin oleh anggota Pamapta, Hendra Yuswoyo, segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Setelah dilakukan pemeriksaan awal di lokasi, pihak kepolisian menyampaikan bahwa kerangka tersebut diduga bukan berasal dari manusia. Dugaan awal yang berkembang menyebutkan bahwa tulang-tulang tersebut kemungkinan merupakan kerangka hewan, bahkan mengarah pada jenis primata.
“Setelah kami mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan awal, kerangka tersebut diduga bukan kerangka manusia. Dari hasil pengamatan sementara, ada kemungkinan itu adalah kerangka hewan, kemungkinan jenis primata,” jelas Hendra.
Ia juga menambahkan bahwa kesimpulan sementara tersebut diperkuat oleh kondisi fisik kerangka, termasuk susunan gigi yang dinilai tidak sesuai dengan struktur kerangka manusia, khususnya bayi.
“Dari kondisi kerangka dan berdasarkan keterangan dari bidan setempat, ukuran serta gigi yang sudah lengkap menunjukkan bahwa itu bukan kerangka manusia. Apalagi jika dikaitkan dengan bayi, tentu sangat berbeda,” tambahnya.
Meski demikian, pihak kepolisian masih akan melakukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan secara pasti jenis kerangka yang ditemukan tersebut. Warga diimbau untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi sebelum hasil pemeriksaan resmi dikeluarkan.
Peristiwa ini sempat menjadi perhatian warga sekitar yang berbondong-bondong mendatangi lokasi penemuan. Namun situasi tetap kondusif setelah petugas memberikan penjelasan awal terkait dugaan tersebut.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lanjutan guna memastikan asal-usul kerangka tersebut sekaligus menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat.(Ardilah)













