Uji Coba CFD dan CFN di Palembang Tuai Evaluasi, Peluncuran Resmi Ditunda Akibat Kemacetan

Palembang, PalNews — Pemerintah Kota Palembang kembali mengaktifkan program Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN) melalui tahap uji coba yang digelar pada Minggu (12/4/2026). Program ini diharapkan menjadi ruang publik bagi masyarakat untuk berolahraga, mendorong pertumbuhan UMKM, sekaligus menekan tingkat polusi kendaraan bermotor.

Dalam uji coba tersebut, CFD dilaksanakan setiap Minggu pagi mulai pukul 05.30 hingga 09.00 WIB. Rute yang digunakan meliputi Jalan Jenderal Sudirman (depan Pasar Cinde), Bundaran Air Mancur Masjid Agung, Jembatan Ampera, hingga Jalan Mayjen Ryacudu. Sementara itu, CFN direncanakan berlangsung di Jalan Kolonel Atmo setiap Sabtu malam.

Namun, pelaksanaan perdana ini justru memicu sejumlah persoalan di lapangan. Penutupan ruas jalan utama berdampak pada arus lalu lintas di sejumlah titik alternatif yang mengalami lonjakan volume kendaraan. Kemacetan parah pun tak terhindarkan, terutama di kawasan Jembatan Musi IV dan Jembatan Musi VI.

Akibat kondisi tersebut, rencana peluncuran resmi CFD yang sebelumnya dijadwalkan pada 18 April 2026 diputuskan untuk ditunda. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai keluhan masyarakat yang terdampak langsung oleh kemacetan.

Kasatlantas Polrestabes Palembang, AKBP Finan Sukma Radipta, S.H., S.I.K., menjelaskan bahwa kepadatan terjadi karena pengalihan arus dari penutupan jalur utama, mulai dari Jalan Jenderal Sudirman hingga Jembatan Ampera.

“Penumpukan kendaraan terjadi di jalur alternatif. Ini menjadi bahan evaluasi penting bagi kami,” ujarnya saat ditemui di Polrestabes Palembang, Senin (13/4/2026).

Ia juga menjelaskan, “arahan pak walikota Car Free Day (CFD) di Kota Palembang ini mungkin akan tetap dilaksanan dan diuji coba, dan tetap menjadi prioritas pemerintah kota, namun dengan kemungkinan penyesuaian konsep. Perubahan dapat mencakup rekayasa lalu lintas yang lebih efektif, penentuan lokasi alternatif, hingga pengaturan waktu yang dinilai lebih ideal.

“Kami masih menunggu arahan dari bapak Wali Kota Palembang. Bisa saja nanti pola pelaksanaannya diubah, baik dari segi lokasi maupun waktu. Untuk info lebih lanjut kita belum bisa utarakan disini, menunggu rapat selanjutnya yang jelas harapan bapak wali kota tetap dilaksanakan Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN) di Palembang. Semoga menemukan titik terang agar semua elemen masyarakat bisa menikmati bukan justru terbebani dengan adanya CFD dan juga CFN ini.”ungkapnya

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pihaknya juga akan melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam proses evaluasi, termasuk tokoh masyarakat, akademisi, hingga komunitas transportasi. Hal ini dinilai penting agar kebijakan yang diambil benar-benar mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi di lapangan.

“Masukan dari masyarakat sangat kami butuhkan, terutama terkait rekayasa jalur. Kita tahu, kawasan Ampera merupakan tulang punggung lalu lintas di Palembang, sehingga perlu perhitungan yang matang,” tambahnya.

Meski belum ada kepastian terkait jadwal pelaksanaan selanjutnya, pemerintah berharap CFD dan CFN tetap dapat direalisasikan dengan konsep yang lebih matang.

Tujuannya agar seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaatnya tanpa harus terbebani oleh dampak yang ditimbulkan.

“Uji coba ini memang bagian dari proses untuk menemukan formula terbaik. Harapannya, ke depan CFD dan CFN tidak hanya menjadi ajang rekreasi, tetapi juga mampu memberikan kenyamanan dan manfaat bagi semua pihak,” pungkasnya. (Ardilah)