PALEMBANG|Palnews.id-Beberapa waktu lalu sempat beredar video yang memperlihatkan Buaya berukuran besar yang berkeliaran di Sungai Musi, karena hal tersebut membuat warga sekitaran sungai merasa khawatir dan ketakutan karena mayoritas masyarakat pinggiran sungai musi sangat bergantung dan banyak melakukan aktifitas di pinggiran sungai.
Jumanti (45) warga jalan Azhari 14 ulu lorong Famili Setia mengungkapkan pada awak media keresahannya atas kemunculan buaya berukuran besar tersebut. Ia mengatakan, “kemunculan buaya di pinggiran sungai Musi sangat meresahkan sekali mbak, karena kami banyak melakukan aktifitas disekitaran sungai, mulai dari mencuci piring, baju, bahkan kami pun mandi disini, jadi kemunculan buaya tersebut membuat kami takut beraktifitas disini. ” Ungkapnya pada Senin, 26 Februari 2024
Tidak hanya itu M. Efendi (52) warga jalan Azhari 14 ulu lorong Famili Setia dekat mushola Al Kafh mengatakan, “Jujur kami takut ya karena dengan kemunculan buaya yang begitu besar sekitar 4 meter membuat kami resah, apalagi sebelumnya anak-anak sering berenang dipinggiran sungai ini, semenjak kemunculan buaya tersebut jadi kami larang mereka untuk berenang, kami takut memakan korban jiwa. ” Ungkapnya
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan Ujang Wisnu Barata ikut angkat suara terkait kemunculan buaya di pinggiran sungai musi, ia menjelaskan. “Sudah kita cek, sebenarnya sungai musi kan memang habitatnya buaya disana, dan mudah-mudahan ini hanyalah buaya yang melintas saja, lagi pula sebenarnya buaya itu aktifnya hanya dimalam hari, jadi tidak perlu dikhawatirkan, intinya sih kurangi saja beraktifitas di pinggiran sungai musi pada malam hari. ” Ungkapnya melalui seluler
Kita juga tidak mungkin bisa menangkap karena mengingat sungai Musi yang luas, Kita juga sulit kalau harus menyisiri sepanjangan sungai, apa lagi sekarang kan sudah tidak muncul lagi buaya nya”ungkap Kepala BKSDA Sumatera Selatan Ujang Wisnu Barata di akhir masa jabatannya di Sumatera Selatan. (*)
Laporan : Ardillah
Editor : Safrullah Lubai













