Ribut Soal Pembayaran Solar Rp72 Juta Berujung Pengeroyokan, Korban Mengaku Diikat dan Disekap

PALEMBANG,PalNews – Niat menyelesaikan persoalan pembayaran bahan bakar minyak (BBM) jenis solar secara baik-baik justru berujung petaka bagi Rizki (27), warga Komplek Griya Mutiara Indah, Kecamatan Sako, Kota Palembang.

Pria yang bekerja sebagai karyawan swasta itu mengaku menjadi korban pengeroyokan dan penyekapan oleh sejumlah orang hingga mengalami luka di beberapa bagian tubuh.

Tak terima atas perlakuan yang dialaminya, Rizki mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang pada Selasa (16/6/2026) malam untuk membuat laporan polisi.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan kepada petugas, peristiwa tersebut bermula dari transaksi pembelian BBM jenis solar sebanyak 5.000 liter dengan nilai mencapai sekitar Rp72 juta.

Saat itu, Rizki mengaku membawa mobil SIP untuk melakukan pengisian solar milik pihak terlapor. Namun setelah pengisian selesai, muncul persoalan terkait pembayaran. Rizki menjelaskan bahwa rekening bank miliknya sedang mengalami kendala sehingga proses pembayaran belum dapat dilakukan saat itu juga.

Menurutnya, dana pembayaran tersebut sebenarnya akan ditransfer melalui rekening adiknya. Namun upaya menghubungi sang adik tidak membuahkan hasil lantaran telepon selulernya tidak aktif.

Beberapa saat kemudian, sejumlah orang yang diduga terlapor bersama rekannya mendatangi kediaman Rizki untuk membahas persoalan pembayaran tersebut. Awalnya, pertemuan itu dimaksudkan sebagai upaya penyelesaian secara kekeluargaan. Namun situasi berubah memanas.

Perdebatan yang terjadi di lokasi berujung cekcok. Rizki mengaku dirinya kemudian menjadi sasaran pemukulan.

“Tadinya kami ingin menyelesaikan masalah ini baik-baik. Kami hanya meminta waktu sampai pagi karena ATM sedang bermasalah. Tetapi mereka tetap memaksa pembayaran dilakukan pada malam itu juga,” kata Rizki kepada wartawan.

Tidak hanya mengalami pengeroyokan, Rizki juga mengaku sempat mengalami penyekapan. Ia menuturkan kedua tangan dan kakinya diikat menggunakan tali, sementara matanya ditutup sebelum dipaksa masuk ke dalam sebuah mobil.

Korban kemudian dibawa ke sebuah pool kendaraan yang berkaitan dengan mobil tangki pengangkut solar tersebut. “Sesampainya di sana saya kembali dipukul oleh beberapa orang lainnya,” ujarnya.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 01.00 WIB di kawasan Jalan SMB II, Kecamatan Alang-Alang Lebar, itu mengakibatkan korbannya mengalami sejumlah luka serius. Di antaranya luka robek di bagian kepala, memar pada kedua mata, luka pada bibir dan hidung, serta memar di bagian leher sebelah kanan.

Rizki mengaku telah berupaya mencari solusi agar pembayaran dapat dilakukan keesokan harinya setelah masalah rekening selesai. Bahkan, ia dan keluarganya berusaha menghubungi kerabat yang dapat membantu menyelesaikan pembayaran tersebut.

“Kami sudah berusaha menghubungi keluarga, tetapi karena sudah larut malam tidak ada yang bisa dihubungi. Saya meminta waktu sampai pagi, namun mereka tidak menerima dan langsung melakukan pemukulan,” ungkapnya.

Sementara itu, Personel Piket SPKT Polrestabes Palembang, Tamia Ramadhany, S.Tr.IK., membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan tindak pidana pengeroyokan tersebut.

Menurut Tamia, berdasarkan laporan awal yang diterima, insiden itu diduga dipicu oleh kesalahpahaman terkait pembayaran solar senilai sekitar Rp72 juta.

“Kami menerima laporan dugaan pengeroyokan yang terjadi dini hari. Berdasarkan keterangan pelapor, peristiwa ini berawal dari persoalan pembayaran BBM jenis solar sebanyak 5.000 liter yang kemudian memicu keributan hingga berujung dugaan pengeroyokan,” jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka di bagian kepala dan wajah, mulai dari luka robek di kepala, mata lebam, bibir pecah, mimisan hingga pembengkakan pada bagian leher.

“Laporan sudah kami terima dan saat ini akan ditindaklanjuti untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” tegasnya.

Kasus ini kini dalam penanganan Satreskrim Polrestabes Palembang guna mengungkap secara jelas kronologi serta pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut. (Ardilah)