BANYUASIN, Palembangnews.id – Setelah delapan hari dinyatakan hilang, Saripto (68), warga Desa Meritai, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di area persawahan, Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 06.45 WIB.
Sebelumnya, korban dilaporkan menghilang sejak Jumat (20/2/2026) dan tak kunjung kembali ke rumah tanpa pamit kepada keluarga.
Penemuan jasad korban pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Tuti. Saat itu, ia tengah membersihkan warung dagangannya dan melihat sesuatu yang mencurigakan di area sawah tak jauh dari lokasi.
“Awalnya saya kira itu buntang kambing, jadi saya panggil suami untuk memastikan. Ternyata bukan kambing, melainkan sesosok mayat pria,” ujar Tuti.
Saat ditemukan, korban dalam kondisi terlentang tanpa mengenakan pakaian. Kondisi tubuh yang sudah membengkak dan terdapat belatung mengindikasikan korban telah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan.
Kapolsek Rambutan, Iptu Harmoko, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Ia bersama anggota langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga.
“Kami mendapat informasi dari masyarakat terkait penemuan mayat dan segera menuju tempat kejadian perkara untuk melakukan pengecekan,” ujarnya.
Setelah dilakukan identifikasi awal, korban diketahui bernama Saripto (68), warga Desa Meritai, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin. Jasad korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Suasana haru menyelimuti proses evakuasi. Tangis histeris keluarga pecah saat menyaksikan jasad korban diangkat dari lokasi penemuan. Anak korban, Ayu, memastikan bahwa jasad tersebut adalah ayahnya yang telah hilang selama beberapa hari terakhir.
“Kami yakin itu orang tua kami, karena pakaian dan sandal yang ditemukan sama seperti saat terakhir kali bertemu,” ungkap Ayu dengan suara bergetar.
Pihak keluarga mengaku telah berupaya mencari korban ke berbagai tempat sejak dinyatakan hilang. Terakhir kali, korban terlihat pada Jumat (20/2/2026) sebelum pergi tanpa berpamitan.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.
“Kasus ini masih dalam penyelidikan terkait penyebab kematian korban,” tutup Iptu Harmoko.(ardilah)













