Anak Gadis Hilang Seorang Ayah Lapor Polisi dan Berharap Sang Anak Segera Pulang

Pamit Pergi Kerja Tapi Tak Pulang2

Palembang, PalNews – Peristiwa hilangnya seorang anak gadis kembali terjadi di Kota Palembang. Kali ini, seorang ayah bernama Maden (56) harus merasakan kesedihan mendalam setelah putrinya, Candika (22), dilaporkan hilang sejak Kamis, 9 April 2026. Hingga kini, keberadaan Candika belum diketahui, dan pihak keluarga masih terus berupaya melakukan pencarian.

Candika diketahui terakhir kali berada di rumahnya yang berlokasi di Jalan Jepang, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang. Menurut keterangan sang ayah, putrinya pergi dari rumah pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB tanpa berpamitan secara langsung.

Saat ditemui awak media di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, Maden menjelaskan kronologi hilangnya sang anak. Ia mengatakan bahwa sehari sebelum kejadian, yakni pada Rabu, Candika sempat berpamitan untuk berangkat kerja seperti biasanya dan kembali ke rumah pada sore hari.

“Sehari sebelum dia menghilang, hari Rabu dia masih sempat bilang mau berangkat kerja. Alhamdulillah, sore harinya dia pulang seperti biasa,” ungkap Maden.

Namun, pada keesokan harinya, Kamis pagi, Candika kembali keluar rumah dengan alasan yang sama, yaitu hendak bekerja di tempat sebelumnya. Sejak saat itu, Candika tidak lagi kembali ke rumah hingga saat ini.
“Pada hari Kamis dia pergi lagi dengan alasan mau kerja di tempat yang sama, tapi sampai sekarang belum pulang. Handphone-nya juga sudah tidak aktif,” lanjutnya.

Maden mengaku tidak mengetahui secara pasti kondisi saat putrinya meninggalkan rumah pada hari tersebut. Hal ini dikarenakan dirinya sedang tidak berada di rumah, sementara hanya anak-anaknya yang lain yang menyaksikan kepergian Candika.
“Saya tidak ada di rumah waktu itu. Jadi saya tidak tahu apakah dia membawa pakaian atau tidak saat pergi,” jelasnya.

Karena rasa khawatir yang semakin memuncak, Maden akhirnya memutuskan untuk melaporkan hilangnya Candika ke pihak kepolisian. Pada Jumat, 10 April 2026 siang, ia datang ke SPKT Polrestabes Palembang didampingi oleh tunangan Candika serta kakak perempuannya untuk membuat laporan resmi orang hilang.

Sebelum melapor, pihak keluarga sebenarnya telah melakukan berbagai upaya pencarian secara mandiri, termasuk mendatangi teman-teman dekat Candika. Namun, usaha tersebut belum membuahkan hasil.

“Kami sudah mencari ke teman-temannya, tapi tidak ada yang tahu keberadaannya. Karena itu, kami berharap pihak kepolisian dapat membantu menemukan anak kami,” ujarnya.

Di tengah rasa cemas yang mendalam, Maden juga menyampaikan pesan penuh harap kepada putrinya agar segera kembali ke rumah. Ia berharap jika Candika sedang menghadapi masalah, hal tersebut bisa diselesaikan secara baik-baik bersama keluarga.

“Pulang ya, Nak. Kamu kan sudah tunangan. Jangan buat malu bapak. Kalau ada masalah, kita selesaikan baik-baik,” ucapnya dengan nada haru.

Maden juga tidak menampik kemungkinan adanya persoalan kecil antara dirinya dan sang anak sebelum kejadian tersebut. Ia mengakui sempat memberikan nasihat sebagai orang tua, yang mungkin tidak diterima dengan baik oleh Candika.

“Masalah pasti ada, tapi bukan masalah besar. Hanya nasihat dari bapak ke anak. Mungkin dia merajuk karena tidak terima dinasihati,” tuturnya.

Saat ini, laporan orang hilang tersebut telah diterima oleh pihak SPKT Polrestabes Palembang. Keluarga berharap agar Candika segera ditemukan dalam keadaan selamat dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya komunikasi yang baik dalam keluarga serta kewaspadaan terhadap situasi yang tidak terduga. Hingga kini, pihak keluarga masih menunggu kabar baik dan berharap adanya perkembangan dari pihak kepolisian terkait keberadaan Candika. (Ardilah)