PALEMBANG, PalNews – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang terus menunjukkan peningkatan dalam capaian publikasi ilmiah bereputasi internasional. Hingga April 2026, jumlah publikasi jurnal yang terindeks Scopus mengalami peningkatan signifikan, mencerminkan komitmen kuat institusi dalam pengembangan riset dan kualitas akademik.
Berdasarkan data terbaru, publikasi jurnal Scopus UIN Raden Fatah Palembang didominasi oleh kategori bereputasi tinggi. Tercatat sebanyak 51 publikasi masuk dalam kategori Scopus Q1, disusul Scopus Q2 sebanyak 11 publikasi, serta masing-masing 10 publikasi pada Scopus Q3 dan Scopus Q4.
Capaian ini juga diperkuat oleh keberhasilan jurnal internal yang diterbitkan oleh Fakultas Syariah dan Hukum UIN Raden Fatah Palembang, yaitu Nurani: Jurnal Kajian Syariah dan Masyarakat, yang telah masuk dalam peringkat Q1 (kuartil tertinggi) pada pemeringkatan Scimago Journal Rank (SJR) 2025 dengan skor 0,28.
Hal ini semakin menegaskan kualitas pengelolaan jurnal di lingkungan UIN Raden Fatah Palembang yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Muhammad Adil, M.A menegaskan bahwa peningkatan ini menjadi indikator penting dalam perjalanan dan proses penguatan budaya akademik di lingkungan kampus. Selain menunjukkan produktivitas dosen dan peneliti, capaian tersebut juga menegaskan posisi UIN Raden Fatah dalam peta persaingan global di bidang publikasi ilmiah.
“Capaian ini merupakan hasil dari proses panjang dan konsistensi dalam meningkatkan kualitas penelitian serta publikasi dosen,” ujarnya.
Ia menambahkan, dominasi pada jurnal Scopus Q1 menunjukkan bahwa karya ilmiah yang dihasilkan tidak hanya banyak secara kuantitas, tetapi juga memiliki kualitas tinggi dan diakui secara internasional.
“Ini menjadi bukti bahwa UIN Raden Fatah mampu bersaing di level global,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Jurnal UIN Raden Fatah Palembang, Komarudin, M.Pd., menyampaikan bahwa peningkatan publikasi ini tidak terlepas dari berbagai strategi yang telah dilakukan secara sistematis oleh institusi.
Mulai dari pendampingan penulisan artikel ilmiah, peningkatan kualitas pengelolaan jurnal, hingga penguatan kolaborasi riset baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami terus mendorong dosen untuk tidak hanya menargetkan publikasi, tetapi juga memastikan kualitas artikel sesuai standar jurnal bereputasi internasional, khususnya pada kategori Q1. Pendampingan intensif, workshop, serta klinik artikel menjadi bagian penting dalam mendukung capaian ini,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa ke depan, pihaknya akan memperkuat ekosistem publikasi melalui pengembangan jurnal internal agar mampu menembus indeksasi internasional bereputasi, serta meningkatkan jumlah kolaborasi riset lintas institusi dan negara.(red)













