PALEMBANG|Palnews.id-Akhirnya para pedagang Pasar 16 Ilir yang mencari keadilan dan berharap dapat berjualan kembali seperti dulu menemukan titik terang dan angin segar pada hari ini Rabu, (24/4/2024) ini terlihat dengan datangnya para rombongan dari Komisi III DPRD yang turun langsung melakukan sidak ke pasar 16 Ilir yang menjadi jantungnya perekonomian di kota Palembang.
Tidak hanya itu sidak ini juga dihadiri dari Dishub, DLHK, PUPL, Dinas pemadam kebakaran, Satpol PP dan masih banyak yang lainnya terutama para pedagang di pasar 16 Ilir.
Ketua Badan kehormatan DPRD Komisi III kota Palembang Muhammad Hidayat SE., M. Si. Menjelaskan, “Jadi selama ini kita sudah pernah dengar masalah perizinan dan lain hal, hari ini kami lengkap dari komisi III DPRD kota Palembang, melihat dan menindak lanjuti langsung laporan dari masyarakat terkait permasalahan yang sudah viral bahwa pasar 16 ini pembangunannya sudah dimulai, kami dari komisi III sudah jelas bahwa mitra kami PUPL, Dishub, DLHK, dan Damkar disini kami tanya bahwa tidak ada satu pun surat yang diberikan atau direkomendasikan dari Damkar, DLHK untuk pembangunan ini. “Ungkap M. Hidayat pada awak media, Rabu (24/4/2024) di halaman pasar 16 ilir kota Palembang
“Dan kemarin kami juga sudah mengundang dengan secara resmi dari pihak PT BCR dengan pihak Pemkot melalui PUPR bagian tata ruang bahwa tidak ada satu pun pemerintah kota yang mengeluarkan izin membangun. Nah jadi disini kita mendapatkan temuan jelas apa yang disampaikan masyarakat maupun darinpara pedagang itu bukan hanya omong kosong, dan ternyata memang murni realita yang ada. “Jelasnya kembali
M. Hidayat juga berharap ketegasan dari Pemerintah mengenai persoalan yang ada di pasar 16 ini, ia mengatakan, “Disini harapan kami juga pemerintah harus tegas dan kami juga meminta kepada PJ untuk tegas sebagai wali kota yang sudah kami amanatkan menjadi PJ pengganti walikota terpilih untuk melakukan tugasnya bahwa permasalahan ini harus segera di bongkar jangan sampai hal-hal yang tidak diinginkan terjadi oleh pedang” Ungkapnya
Ia juga mengingatkan jangan sampai kasus yang pernah terjadi di jogyakarta terjadi di kota Palembang. Ia mengatakan, “Karena PT BCR dan siapa pun pemerintah yang bertanda tangan penyerahan aset kepada pihak ketiga sudah menyalahi, ingat kasus Jogjakarta tentang aset pemerintah provinsi dijual belikan oleh pihak ketiga tanpa ada proses yang benar jadi tolong kepada pihak-pihak terkait agar sama-sama membela kepentingan masyarakat, kepentingan pedagang karena jantung kota Palembang ini, perekonomiannya ada di pasar 16 ilir”ungkapnya
“Saya juga berpesan untuk rekan semuanya yang ada disini jangan terpancing emosi dan silakan berdagang dengan maksimal tetapi jangan sampai terpancing emosi dan melakukan tindakan anarkis dan lain-lain”
Mengenai masalah waktu pembongkaran pasar 16 yang di segel pihak terkait, Ketua Badan kehormatan DPRD Komisi III kota Palembang Muhammad Hidayat SE., M. Si. Menjelaskan, ” Tadi sudah diberi tahukan ini akan dibuatkan SP dari PU dan pihak lainnya saya mintak SP nya agar kami teruskan dari temuan hari ini akan kita sampaikan kepada Satpol PP.” Jelasnya
Tidak hanya itu Firdaus sebagai salah satu pedagang yang kiosnya yang menjadi tempat di tutup seng karena adanya pembangunan yang sudah terjadi sekitar satu tahun ini mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya atas kunjungan dari para anggota DPRD dan pemerintah terkait karena telah menemukan titik terang yang sudah mereka nantikan selama ini.
Ia mengatakan, “Alhamdulillah sangat senang sekali karena penutupan pasar 16 dengan menggunakan pagar seng ini akan segera di bongkar supaya kami sebagai pedagang bisa kembali berjualan seperti dulu, orang mau belanja juga tidak terganggu bisa langsung masuk dengan leluasa kami juga yang berdagang tidak merasa kepanasan.
“Kami juga sebagai pedagang berharap semoga dengan pembongkaran segel atau pembatas seng ini dapat mengembalikan minat pembeli di pasar 16 dan dapat mengembalikan omset jualan seperti dulu (tidak sepi lagi). ” Tutupnya. (Ardillah)













