PALEMBANG, PALNEWS — Insiden penembakan yang melibatkan sesama anggota TNI terjadi di tempat hiburan malam (THM) Cafe, Resto, Bar and Live Music Panhead Palembang, Sabtu (16/5/2026) dini hari. Peristiwa tragis tersebut menewaskan seorang anggota TNI berinisial PK (23) setelah mengalami luka tembak di bagian perut.
Pasca kejadian, tempat hiburan yang berlokasi di Jalan Letjen H Alamsyah Ratu Prawiranegara No. 61, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang itu ditutup sementara untuk kepentingan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Denpom II/4 Palembang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula sekitar pukul 02.30 WIB saat korban berada di area hiburan malam tersebut. Korban diduga terlibat cekcok dengan pelaku akibat saling senggol ketika berjoget di dalam kafe.
Situasi yang semula hanya adu mulut kemudian memanas hingga berujung perkelahian. Pelaku yang diketahui berinisial RL (23), dan juga merupakan anggota TNI dari satuan Raider, diduga mengeluarkan senjata api dari pinggangnya sebelum akhirnya menembak korban.
Korban sempat mendapat penanganan medis, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka tembak yang dialaminya.
Pascainsiden tersebut, pihak manajemen Panhead Palembang akhirnya angkat bicara. Melalui penasihat hukumnya, Andika Andalan Utama, manajemen menyatakan menghormati proses hukum yang tengah berjalan dan mendukung penuh penyelidikan aparat berwenang.
“Kami menghormati proses hukum dan mendukung penuh penyelidikan yang dilakukan aparat,” ujar Andika, Sabtu (16/5/2026).
Meski demikian, pihaknya berharap penutupan sementara tempat usaha tersebut tidak berlangsung terlalu lama karena menyangkut nasib para pekerja.
“Kami berharap penutupan ini tidak berlarut-larut karena banyak karyawan yang menggantungkan hidupnya di Panhead,” katanya.
Senada dengan itu, penasihat hukum Panhead lainnya, M Redho Junaidi SH MH, turut menyampaikan belasungkawa atas kejadian yang terjadi di lokasi tersebut.
“Tidak ada yang menginginkan tragedi ini terjadi. Kami dari manajemen turut berbela sungkawa atas insiden yang menimpa korban,” ungkapnya.
Menurut Redho, kejadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi internal bagi manajemen untuk meningkatkan sistem keamanan di lokasi hiburan malam tersebut.
Ia menjelaskan, sistem pengamanan sebenarnya sudah diterapkan selama ini. Namun ke depan, pengawasan terhadap pengunjung akan diperketat, termasuk dengan penambahan alat pendeteksi logam.
“Ke depan pengamanan akan kami perketat, termasuk pemeriksaan pengunjung dengan penambahan metal detector maupun x-ray,” jelasnya.
Pihak manajemen juga berharap pihak terkait mempertimbangkan dampak penutupan terhadap para pekerja yang menggantungkan penghasilan dari operasional tempat tersebut.
“Dengan penutupan ini, ada karyawan yang tidak dapat bekerja, sementara dari sinilah mereka mencari nafkah untuk keluarganya,” tambahnya.
Sementara itu, terkait kronologi lengkap kejadian, pihak manajemen menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.
“Mengenai kronologi secara detail, kami percayakan sepenuhnya kepada pihak berwajib untuk menjelaskan,” tutupnya. (Ardilah)













