Palembang, PalNews –Belum genap setahun menjabat sebagai Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Palembang sejak Mei 2025, Muhammad Rolan, A.Md.IP., S.H., M.H., telah menunjukkan berbagai kemajuan signifikan di lingkungan pemasyarakatan yang dipimpinnya.
Sejumlah program inovatif digulirkan guna meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan, memperkuat sistem pengamanan, serta mendorong kemandirian rutan.
Rolan menegaskan pentingnya pembinaan yang terarah dan berkelanjutan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah memperluas program pelatihan keterampilan kerja, mulai dari kerajinan tangan hingga pelatihan wirausaha sederhana.
Program ini diharapkan dapat membekali warga binaan dengan kemampuan praktis sebagai modal saat kembali ke tengah masyarakat.
Selain itu, Rutan Kelas I Palembang juga mengembangkan program ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan yang tersedia untuk bercocok tanam. Berbagai hasil seperti sayuran dan buah-buahan tidak hanya mendukung kebutuhan internal rutan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi warga binaan. Program ini turut dilengkapi dengan keberadaan dapur sehat yang menjadi salah satu kebanggaan rutan.
Upaya peningkatan kualitas pembinaan juga diperkuat melalui rencana pelaksanaan program pendidikan kesetaraan bagi warga binaan. Hal tersebut disampaikan Rolan saat kegiatan silaturahmi di Aula Rutan Kelas I Palembang, Senin (16/3/2026) malam.
“Kami ingin setiap warga binaan keluar dengan bekal keterampilan dan mental yang lebih baik, sehingga mampu kembali ke masyarakat sebagai individu yang produktif,” ujar Rolan.
Ia menambahkan, program pendidikan kesetaraan tersebut merupakan bagian dari kebijakan nasional yang tertuang dalam program 15 akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang diluncurkan pada awal 2026.
“Setiap lapas dan rutan diwajibkan memiliki program pendidikan kesetaraan bagi warga binaan, khususnya bagi mereka yang putus sekolah,” jelasnya.
Program ini nantinya akan menyasar warga binaan, termasuk anak pidana, agar dapat melanjutkan pendidikan melalui jalur paket A, B, dan C. Rolan menyebut pihaknya akan menggandeng pihak ketiga sebagai penyelenggara pendidikan, dengan target realisasi setelah Hari Raya Idulfitri.
Tak hanya fokus pada pembinaan, pembenahan fasilitas juga menjadi perhatian serius. Sejumlah ruang yang sebelumnya tidak termanfaatkan kini disulap menjadi ruang belajar bagi warga binaan. Selain itu, perbaikan ruang tunggu pengunjung juga direncanakan guna meningkatkan kenyamanan.
“Dengan kapasitas sekitar 1.600 warga binaan, fasilitas tentu harus terus ditingkatkan. Kami juga ingin pengunjung merasa lebih nyaman saat datang,” ungkapnya.
Rolan menegaskan, berbagai langkah yang dilakukan bukan sekadar pencitraan, melainkan bentuk komitmen untuk menghadirkan perubahan nyata di lingkungan rutan.
Dalam waktu kurang dari satu tahun, berbagai program pembinaan telah berjalan aktif dan melibatkan warga binaan dalam kegiatan produktif. Hal ini menjadikan Rutan Kelas I Palembang semakin dikenal sebagai lembaga yang tidak hanya fokus pada pembinaan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih baik dan manusiawi.
Dengan berbagai terobosan tersebut, kepemimpinan Muhammad Rolan dinilai berhasil menghadirkan wajah baru Rutan Kelas I Palembang sebagai lembaga pemasyarakatan yang progresif dan berorientasi pada pembinaan berkualitas. (Ardilah)













